DWI YULIA SRIKANDI / 1705110976 / PIS / 2017 A

Turki Sebelum pada akhirnya kerajaan Turki Usmani mengalami fase kehancuran, telah terlebih dahulu terjadi periode kemunduran.Kemunduran ini dimulai sejak abad ke XVII, ditandai dengan tidak adanya pengganti yang sepadan sejak Sulaiman Al Qanuni meninggal dunia. Ketiadaan pemimpin yang memiliki pengaruh kuat ini menyebabkan banyak terjadinya pemberontakan-pemberontakan, seperti misalnya di Siria dibawah pimpinan Kurdi Jumbulat, di Lebanon di bawah pimpinan Druze Amir Fakhruddin. Turki menyimpan sejarah yang panjang mengapa negara yang sekitar 99% masyarakatnya beragama Islam itu beralih prinsip negaranya dari kekhalifahan menjadi sekuler. Sekularisme berawal dari proses pem-barat-an yang merupakanhasil dari gerakan revolusioner yang ditimbulkan oleh banyak faktor sejak kemunduran imperium Usmaniyah. Momentum gerakan ini terjadi setelah revolusi Perancis dan berkembang dengan kuat sepanjang abad XIX. .Hasil langsung dari gerakan ini adalah revolusi Turki Muda 1908 yang merupakan awal pertumbuhan nasionalisme Turki dan pembentukan Republik Turki.Sekularisme merupakan ciri khas ideologi Turki Muda sejak tahun 1913.

 Pada tahun 1930-an sekularisme bermakna ekstrem: sekulerisme diintrepretasikan bukan saja sebagai pemisahan negara dan agama, tetapi juga sebagai penyingkiran agama dari kehidupan publik dan tegaknya pengawasan negara atas institusi-institusi keagamaan yang masih ada. Usaha untuk menyelamatkan Turki juga diadakan yaitu adanya modernisasi oleh khalifah Abdul Aziz (1861-1876) dipelopori wazir Mindhat Pasha.Pendidikan dan hukum diperbaharui sesuai dengan kemajuan zaman dan militer memperoleh bantuan Jerman pada awal abad XX. Dengan adanya UUD berarti Turki menjadi kerajaan Kunstitusional, tetapi Sultan Abdul Hamid II (1876-1906) menggulingkan The Strong man Midhat Pasha dan Turki kembali absolut sampai jatuh pada 1923.
Pandangan bahwa orang Turki modern dalam memilih sekularisme, telah menolak Islam, tidak mendapat dukungan dari para sarjana yang bersungguh- sungguh tentang pokok itu, baik di Timur maupun di Barat. Akan tetapi pandangan tadi merupakan kesan umum yang luas diantara orang Eropa dan Muslimin di negara-negara lain. Adapun pengertian dari Sekuler yaitu, sekuler berasal dari bahasa Latin Saeculum yang berarti: waktu atau lokasi jadi pengertiannya masa kini atau keduniawiannya. Melepaskan manusia dari masalah religius atau akhirat disebut sekulerisasi.
Adapun istilah sekuler maupun fundamentalis timbul di Barat pada abad XX dikalangan Nasrani.Fundamentalis adalah faham, gerakan, kelompok fanatik dikalangan pemeluk ajarannya "paling mendasar" (paling benar atau murni). Akhir abad XX istilah fundamentalis dijadikan label untuk kelompok islam tertentu padahal sejarah maupun istilah tersebut dari barat akibat dari adanya Nasrani yang fundamentalis. Kemunduran Turki Usmanli menyadarkan kaum muda untuk menyelamatkan negara Turki.Berdirilah "Gerakan Turki Muda" mula-mula moderat kemudian radikal.Gerakan ini didirikan secara rahasia pada 1896 dan kadernya tersebar dikalangan pemerintahan, militer maupun kalangan intelektual, dan wartawan. Pemimpinnya yang terkenal antara lain: Niazy Bey, Anwar Bey, Shevket Pasha, dan Kemal Pasha (1881-1938). Setelah masa kekuasaan yang absolute dikendalikan oleh usmani muda maka generfasi intelektual Turki bangkit pada sekitar tahun 1880-an dan 1890-an dan melancarkan aksi terhadap rezim yang konservatif. Serangan-serangan ini adalah sebagai akibat dari pesatnya perkembangan pendidikan dan perekonomian meningkatkan posisi kalangan akademisi.Pers menyebarluaskan ide-ide eropa tentang ilmu pengetahuan dan politik serta mempopulerkan sikap-sikap barat. Meskipun masih ada control pemerintah yang berusaha menekan dan melakukan penyensoran. Ide-ide tersebut menyebar dari ibukota ke sejumlah wilayah propinsi lantaran peran para pelajar. Gerakan ini, sekitar tahun 1905 didirikan Fatherland Society atau Masyarakat tanah air oleh Mustafa Kemal, yang pada saat itu menjabatperwira militer dan kelak akan menjadi presiden pertama Turki. Ketika Sultan Abdul Hamid II mencabut UUD 1908, timbul pemberontakan yang dipimpin Niazy Bey dan Anwar Bey. Abdul Hamid mengakui kesalahannya dan memberlakukan UUD 1876, tetapi pada 1909 mencabut UUD tersebut, Shevket Pasha dan pasukannya menyerbu Istambul dan Abdul Hamid diganti Muhamad V (1909-1922) dan Perdana Mentri adalah Anwar Bey. Karena ancaman Rusia, Turki melakukan modernisasi militernya dan mendekati Jerman.Terbentuklah Triple Aliancy (Jerman, Austria Hongaria dan Turki) berhadapan dengan Triple Detente (Inggris, Perancis, Rusia) yang disebut juga Sekutu (Allied Forces).

 Republik Turki pada Masa Sekitar Perang Dunia I
Ketika Perang Dunia I meletus, Turki menyerang Kriem (Rusia) dan sebaliknya sekutu termasuk Italia menyerang Turki. Pasukan Sekutu dikalahkan dalam pertempuran di Gallipoli oleh Turki yang dipimpin oleh kolonel Mustafa Kemal Pasha. Sehingga namanya mencuat sebagai Pahlawan Galliopoli. Islam yang saat itu berada dibawah kekuasaan Kekhalifahan Turki Usmani merupakan kekuatan yang cukup besar pada saat Perang Dunia I, meskipun berada dalam kemunduran setelah bertahan selama ratusan tahun namun kuantitas militer yang dimiliki Turki Utsmani  bisa dibilang cukup besar. Dengan pasukan 'Royal Jannisery' yang terkenal handal dan kuat Turki Utsmani merupakan kekuatan yang cukup disegani. Turki Utsmani terlibat dalam Perang Dunia I atas bujukan Jerman yang khawatir Turki Utsmani akan bergabung dengan blok sekutu. Turki yang kebetulan memiliki hubungan yang kurang baik dengan salah satu anggota blok sekutu, Rusia, karena Perjanjian San Stefano dan Perjanjian Berlin akhirnya bergabung dengan Poros Utama Jerman, Austro- Hungaria, Bulgaria. Setelah Perang Dunia I berakhir  dengan kekalahan blok Jerman, Autro- Hungaria, Bulgaria, Ottoman (Turki Utsmani), akhirnya berakhir pulalah sistem pemerintahan Islam yang menggunakan kekhalifahan. Negara-negara yang tadinya bergabung dengan Ottoman akhirnya mendirikan Nasional sendiri karena taktik Lawrene of Arabia dari Inggris, menyebabkan Nasional menjadi lebih dipentingkan dibanding agama.Sebut saja Tunisia, Aljazir, dan Syiria di timur tengah atau Pakistan, Afganisthan, Palestina di Asia.Semua terpecah menjadi negara-negara kecil sendiri.Turki sendiri kemudian menjadi sebuah negara sekuler dibawah pemerintahan Mustafa Kemal Attaturk, Turki Modern.
Berkat serangan gerilyawan Arab dan Armenia, Turki terdesak. Sementara Jerman dan Austria menyerah.Setelah Turki kalah dalam Perang Dunia I, Turki akhirnya melakukan perjanjian damai dengan pihak sekutu pada tanggal 20 Agustus 1920.Perjanjian damai ini dikenal dengan Perjanjian Sevres. Perjanjian tersebut berisi tentang beberapa hal, yaitu:
1. Semua daerah yang penduduknya bukan penduduk asli Turki harus dilepaskan. Kecuali kota Istambul dan Adrianopel.
2. Dipersempitnya wilayah Turki sehingga tinggal Konstantinopel dan wilayah sekitarnya.
3. Yunani memeroleh daerah Thracia dan Kota Smyrna di Anatolia.
4. Selat Bosporus, Laut Marmora, dan Dardanella menjadi laut internasional.
5. Armenia dan Kurdi merdeka.
Sejak pertengahan abad ke-18 gerakan patriotisme dan nasionalisme dimanfaatkan Inggris melalui agennya Ibn Sa'ud untuk menyulut pemberontakan di beberapa wilayah Hijaz dan sekitarnya, yang sebelumnya gagal dilakukan Inggris lewat gerakan kesukuan.Walau begitu, akhirnya gerakan ini bisa dibendung di beberapa wilayah oleh khalifah lewat Muhammad Ali Pasha, Gubernur Mesir yang ternyata agen Prancis didukung Prancis. Di Eropa, wilayah yang dikuasai khalifah diprovokasi agar memberontak (abad 19-20 M), seperti kasus Serbia, Yunani, Bulgaria, Armenia dan terakhir Krisis Balkan, sehingga khalifah Turki Utsmani kehilangan banyak wilayahnya, dan yang tersisa hanya Turki. Perjanjian yang merugikan turki membangkitkan semangat nasionalis dan menentang Perjanjian Sevres. Sekutu menyerang Istambul dan membubarkan parlemen sedangkan Khalifah Muhammad V menerima perjanjian Sevres. Mustafa Kemal Pasha mendirikan pemerintahan nasional di Angkara (1920). Yunani menyerang tetapi dapat dipukul mundur, bahkan kota Smyrna dapat direbut kembali. Pada 1922 Muhammad V diturunkan dari tahtanya dan berakhirlah pemerintahan Turki Utsmani.Terbentuklah Republik Turki dan Mustafa Kemal Pasha menjadi presiden seumur hidup (1923—1938). Setelah pemerintahan Turki Utsmani runtuh, Muncullah Republik Sekuler Turki.Dengan pemimpinnya Mustafa Kemal Pasha atau Kemal Ataturk. Hal-hal yang dilakukan Kemal dalam usaha-usaha Sekulerisasi ialah: Pemisahan agama dari lapangan politik, Sedapat mungkin memisahkan agama dari kehidupan sosial, dan turkifikasi Islam, melepaskan diri dari pengaruh Arab. Sekutu tidak melanjutkan serangan ke Turki sebabnya ialah :
1. Pasukan Sekutu sudah tidak mempunyai semangat perang dan menganggap Turki bukan sebagia ancaman serius di Timur Tengah
2. Kaum komunis di Rusia sedang berkonsolidasi kekuasaan dan berdamai dengan Turki
3. Terbentuknya Liga Bangsa-bangsa (League of Nations) pada 1919 yang bertujuan untuk mendamaikan dunia dan mencegah adanya peperangan
4. Inggris dan Perancis cukup puas mendapat daerah mandat di bekas wilayah Turki (Arab Utara)
5. Kepandaian diplomasi menteri Ismed Pasha (Ismed Inonu) berhasil menegakkan Turki di mata internasional. Turki juga menjadi anggota LBB yang berpusat di Jenewa (Swiss).Setelah Perang Dunia I, nasionalisme telah menjadi suatu kekuatan yang potensial di Turki.Di satu pihak, nasionalisme dipergunakan sebagai suatu jalan untuk membentuk suatu kebudayaan yang nasional yang baru. Di lain pihak nasionalisme digunakan sebagai perisai terhadap golongan konservatif yang ingin mempertahankan kebudayaan yang lama. Nasionalisme inilah yang manfaatkan oleh bangsa Turki untuk keluar dari kemunduran kerajaan Turki Utsmani dan lenyapnya harga diri diantara kekuasaan- kekuasaan besar.Bahkan setelah jaman modernisasi berlangsung, Turki membuka lebar-lebar masuknya teknologi barat dan mengadakan pembaharuan dalam segala bidang. Tetapi dilain sisi bangsa Turki tetap curiga terhadap dunia barat.
Terbukti dengan adanya semboyan "Tak ada seorangpun yang menyerupai diri kita sendiri".Maksudnya pada saat kebudayaan bangsa barat masuk ke Turki, masih ada bangsa Turki yang memegang teguh kebudayaannya.Kebudayaan yang berlangsung berabad-abad, tidak hilang begitu saja pada waktu itu. Usaha-usaha yang dipraktekkan oleh Mustafa Kemal Pasha untuk menciptakan tipe nasional kadang-kadang berdasarkan pada pembalikan-pembalikan sejarah dan penulisan kembali sejarah untuk mengidentikasi bangsa Turki dengan pahlawan-pahlawan yang gagah berani. Pengambilan nama keluarga (nama tambahan) yang berhubungan dengan sejarah adalah tujuan praktis. Mustafa Kemal menjadi Kemal Ataturk (bapak dari bangsa Turki), teman terdekatnya Ismed yang nantinya jadi Perdana Menteri menjadi Ismet Inou, untuk memperingati jasa ismet dalam kemenangan atas bangsa Yunani di Inou tahun 1921. Kemal Ataturk memindahkan ibukota Turki ke Ankara, karena Istambul semakin lama semakin melemah.Dengan tujuan menghilangkan pemerintahan republikan dari pengaruh asing, pengaruh dari Turki Utsmani, dan golongan konservatif yang di anggap menghalangi modernisasi Turki. Nama-nama kota di Turki kembali diberi nama dengan bahasa Turki modern, diantaranya: Angora menjadi Ankara, Smyrna menjadi Izmir, dan Adrianople menjadi Edirne.

DAFTAR PUSTAKA :
·         Walidi Sulthan Abdul Hamid. Catatan Harian Putri Sulthan Aisyah. Dar Al-Basyir, Cet.1, 1411 H / 1991 M.
·         Hermawan, Yulius. 2007. Transformasi dalam Studi Hubungan  Internasional . Yogyakarta: Graha Ilmu.
·         Surwardono. 2013 Manajemen Konflik Separatisme:Dinamika Negosiasi Dalam Penyelesaian Konflik Mondanao.Yogyakarta: Pusataka pelajar 
·         Qiyaam Al-Daulat Al-;Utsmaniyah, Dr.Abdul Lathif Abdullah Dahisy. Maktabah wa Mathbaah Al-Nahdhah  Al-Haditsah, Makkah Almukarramah, cet.2. 1416 H / 1995 M.

Post a Comment

 
Top