Juliana/PIS/017/A

A.   Masa Restorasi
Restorasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2000) adalah pengembalian atau pemulihan kepada keadaan semula. Dalam sejarah Jepang , maksud dari restorasi adalah pengembalian kembali kekuasaan Kaisar dari kekuasaan Tokugawa. Pada masa ini disebut dengan era Meiji atau yang dikenal dengan Restorasi Meiji. Sebelum era Meiji disebut dengan era Shogun Tokugawa karena yang menjalankan pemerintahan Jepang adalah keluarga Tokugawa dengan cara diktator dan turun temurun selama 264 tahun (1603-1867). Berbicara mengenai Tokogawa, maka sangat erat kaitannya dengan zaman Edo. Zaman Edo (1603-1867) adalah zaman dimana Jepang diperintah oleh keluarga Tokugawa. Disebut zaman Edo karena pemerintahan keshogunan Tokugawa waktu itu berpusat di kota Edo (Tokyo). Zaman Edo atau sering juga disebut masa Tokugawa adalah zaman yang sangat berpengaruh bagi Jepang modern, bukan hanya karena zaman ini adalah satu masa sebelum Restorasi Meiji yang menjadi gerbang modernisasi di Jepang tetapi karena pada masa ini unsur-unsur budaya Jepang berkembang dengan pesat. Berbagai kemajuan Jepang dicapai pada masa ini, mulai dari lahirnya berbagai bentuk kesenian sampai sistem perekonomian yang maju, masyarakatnya pun tidak hanya mengalami kemajuan tetapi juga menjadi landasan terbentuknya masyarakat Jepang modern.

Shinzaburo (dalam Situmorang, 1995 :41), membagi periode pemerintahan Tokugawa berdasarkan kemantapannya atas 3 periode :
1.     Periode pertama tahun 1603-1632
Periode pertama adalah masa shogun Ieyashu (1603-1605) sampai pada masa shogun Hidetada (1605-1632). Pada periode ini berkembang aliran Konfusionis yang bertujuan demi kepentingan politik.
2.     Periode kedua tahun 1633-1854
Periode kedua adalah masa kemantapan keshogunan Tokugawa, yang diperintah oleh sepuluh generasi Tokugawa, dari Iemitsu (1633-1651) sampai shogun Ieyoshi (1837-1853)
3.     Periode ketiga tahun 1855-1867
Periode ketiga adalah masa kehancuran keshogunan Tokugawa hingga menyerahkan kekuasaan kepada kekaisaran (1853-1867) diperintah oleh tiga generasi Tokugawa yaitu Shogun Iesada, Iemochi dan Yoshinobu.
Adapun Daftar Shogun Tokugawa (1603-1867) secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Tokugawa Ieyasu (1603–1605)
2. Tokugawa Hidetada (1605–1623)
3. Tokugawa Iemitsu (1623–1651)
4. Tokugawa Ietsuna (1651–1680)
5. Tokugawa Tsunayoshi (1680–1709)
6. Tokugawa Ienobu (1709–1712)
7. Tokugawa Ietsugu (1713–1716)
8. Tokugawa Yoshimune (1716–1745)
9. Tokugawa Ieshige (1745–1760)
10. Tokugawa Ieharu (1760–1786)
11. Tokugawa Ienari (1787–1837)
12. Tokugawa Ieyoshi (1837–1853)
13. Tokugawa Iesada (1853–1858)
14. Tokugawa Iemochi (1858–1866)
15. Tokugawa Yoshinobu (1866–1867)
Seperti telah diketahui bahwa pada tanggal 8 November 1867 Shogun terakhir meletakkan jabatan dan menyerahkan kekuasaan kepada kaisar. Delapan bulan sebelum Shogun terakhir meletakkan jabatan, kaisar Komei meninggal dunia. Sebagai penggantinya ialah Mutsuhito, yang pada penyerahan kembali kekuasaan baru berumur 14 tahun. Masa pemerintahannya dikenal dengan masa (  Kaisar Meiji ( Meiji Tenno ). Secara resmi Mutsuhito memegang pemerintahan dari tanggal 25 Januari 1868 sampai dengan tanggal 30 Juli 1912. Pemulihan kekuasaan ke tangan Kaisar Meiji inilah yang kemudian dikenal dengan Meiji Restorasi. Oleh karena Mutsuhito masih muda, maka dalam menjalankan pemerintahan dibantu (dan sekaligus sebagai penasehat) oleh beberapa orang dari Keluarga Choshu (Kido dan Ito), Keluarga Satsuma (Saigo dan Okubo), Keluarga Hizen (Okuma) dan Keluarga Tosa (Itagaki dan Iwakura). Dengan demikian, Restorasi tahun 1867 tersebut merupakan suatu revolusi politik di Jepang Barat (Chushu, Satsuma, Hizen, dan Tosa) para Samurai dan bangsawan feudal yang merasa tidak puas di bawah Kaisar Meiji kekuasaan Shogun dan dibantu oleh segenap rakyat Jepang. Restorasi berarti pemulihan, di dalamnya terkandung untuk pembangunan dan pembaharuan. Dalam hal merupakan pemulihan kekuasaaan dari Shogun kepada Kaisar sebagai seseorang yang berhak atas kekuasaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Setelah Meiji naik tahta, ibukota dipindahkan dari Kyoto ke Yedo dan namanya diubah menjadi Tokyo (26 November 1868). Pada tanggal 6 April 1868, untuk pertama kalinya dalam sejarah Jepang Meiji Tenno mengangkat "Sumpah Setia" dihadapan para Daimyo dan Aristokrat. Charter Outh pada prinsipnya berisi empat asas yakni :
1.     Asas Musyawarah
Musyawarah merupakan sesuatu yang harus dipegang teguh. Semua peraturaan negara aakan ditetapkan dengan jalan musyawarah. Dalam hal ini akan dibentuk Dewan Nasional dan Dewan Setempat.
2.     Asas Persatuan 
Seluruh rakyat Jepang dari yang rendah sampai yang tinggi harus bersatu dan sependapat, agar ketertiban dalam masyarakat daapat terpelihara dengan baik.
3.     Asas Keadilan
Asas ini akan dipegang teguh oleh Kaisar. Segala tradisi lama yang merugikan bangsa dan negara dihapuskan.
4.      Asas Pendidikan
Merupakan campuran antara sistem pendidikan lama dan baru akan dijadikan dasar bagi terciptanya negara baru yang maju, dan modern seperti Barat.

Dari isi sumpah di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pelaksanaan pemerintahan negara dipimpin oleh Kaisar, dibantu rakyat untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat.
Restorasi yang dijalankan oleh Meiji Tenno meliputi : (1) Bidang Politik; (2) Bidang Perekonomian ; (3) Bidang Pendidikan, dan (4) Bidang Militer.

1)     Bidang Politik (Pemerintahan)
Langkah-langkah yang diambil oleh Meiji Tenno dalam mengadakan restorasi dalam bidang politik adalah sebagai berikut :
a.      Kaisar berpegang teguh pada Charter Outh
b.     Sistem pemerintahan meniru sistem pemerintahan Barat.
c.      Sistem pemerintahan feudal dihapuskan.
d.     Pemerintah mengizinkan adanya National Assembly
2)     Kedudukan Kaisar
a.      Menurut Konstitusi kaisar adalah sumber dari segalaa kekuasaan. Kedudukan kaisar adalah suci dan tidak dapat diganggu gugat.
b.     Diet (DPR)
Sistem perwakilan di Jepang menganut sistem seperti di Eropa Barat, yaitu :
c.      House of Peers, anggotanya terdiri dari para bangsawan tinggi
d.     House of Representative, anggotanya terdiri dari rakyat biasa yang ditunjuk atau dipilih. Semua undang-undang harus mendapat pengesahan dari Diet.
e.      Kabinet (The Council of Minister)
Kabinet yang langsung bertanggung jawab kepada kaisar, yang terdiri dari sepuluh departemen.
f.      Prive Council (DPA)
Tugasnya sebagai penasehat kaisar, di samping itu Kaisar masih memiliki penasehat langsung yaitu Genro, yaitu lembaga yang dibentuk di luar Undang-Undang. Dari uraian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa berdasarkan Konstitusi 1889 maka bentuk pemerintahan Jepang adalah Monarkhi Konstitusional, dimana Kabinet bertanggung jawab kepada kaisar.
Organisasi pemerintahan Jepang yang baru adalah sebagai berikut :
1.     Kaisar, sebagai penguasa tertinggi, dalam menjalankan pemerintahan kaisar, dibantu oleh ;
ü  Kabinet, yang bertanggung jawab langsung kepada kaisar.
ü  Privy Council, yang berfungsi sebagai penasehat kaisar.
ü  Genro, yang berfungsi sebagai penasehat kaisar

3)     Bidang Perekonomian
Restorasi Meiji merupakan revolusi ekonomi juga, di mana sistem ekonomi feudal runtuh dan digantikan dengan sistem ekonomi kapitalis modern. Cara mengembangkan kondisi perekonomian Jepang ialah sebagai berikut :
ü  Mengirimkaaan misi untuk belajar pengetahuan ekonomi Barat
ü  Membuka hubungan ekonomi dengan bangsa-bangsa Barat secara luas.
ü  Membuka pabrik-pabrik
4)     Bidang Pendidikan
Sistem pendidikannya meniru Ala Barat. Dasar moral yang diajarkan di semua sekolah ialah Shintoisme dan Buddhisme. Pada tahun 1872 dikeluarkan Undang-Undang Pendidikan, yang isinya sebagai berikut:
ü  Wajib belajar bagi anak-anak yang telah berumur 6 tahun
ü  Bagi anak-anak yang telah berumur 6-14 tahun dibebaskan dari uang sekolah
ü  Pendidikan bersifat militeristis
ü  Pengiriman pemuda-pemuda Jepang ke luar negeri
ü  Sekolah-sekolah diperluas baik negeri maupun swasta

B.   AKIBAT RESTORASI MEIJI
Jauh sebelum Restorasi, Jepang dianggap sebagai negara yang lemah, terbelakang dan menjadi mangsa bagi negara-negara Imperialis Barat. Akan tetapi setelah Restorasi dalam segala bidang ternyata memberikan hasil yang sangat menakjubkan. Bangsa dan negara Jepang terangkat ke puncak keunggulannya, Jepang menjadi negara yang kuat dan modern yang sejajar dengan negara-negara Barat.
Dalam bidang pemerintahan, Meiji telah menumbangkan pemerintahan feudal. Sejak 1889 yakni dengan terbentuknya Konstitusi baru, maka pemerintahannya Jepang bercorak demokratis. Kaisar memegang teguh Charter Outh, memerintah sesuai dengan kehendak rakyat dan untuk kesejahteraan rakyat.
Sebagai akibat Restorasi dalam bidang ekonomi, terbukti negara Jepang pada akhir abad ke-19 telah dapat menguasai pasaran di seluruh Asia, bahkan merupakan saingan berat bagi Eropa dan Amerika. Berkat kemajuan di bidang industri, maka neraca perdagangannya menjadi aktif, yang selanjutnya mampu mengubah Jepang dari negara agraris menjadi negara industri. Kemajuan yang pesat di bidang industri kmudian menyeret Jepang ke kancah peperangan. Restorasi di bidang pendidikan memberikan hasil yang cukup mengagumkan. Jepang menjadi negara yang pertama di Asia yang bebas buta huruf. Bahkan Jepang menjadi pelopor bagi Asia dalam usaha memajukan pendidikan. Kemajuan pendidikan menjadi pondasi bagi pembangunan kea rah negara modern.
Sebagai akibat Restorasi dalam bidang angkatan perang, Jepang memiliki angkatan perang yang kuat dan disiplin, taat dan berani. Hal ini terbukti dalam setiap peperangan yang dilakukan, Jepang selalu memperoleh kemenangan yang gemilang, baik melawan negara Asia maupun Barat.
Dari uraian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa politik isolasi yang telah berubah dengan kemajuan di segala bidang setelah Restorasi Meiji. Jepang telah menjadi negara yang sangat unggul, besar kekuasaanya sejajar dengan negara-negara Barat.
Tetapi dibalik semua itu, kebijakan baru pemerintah Jepang di era Meiji tidak selalu membawa dampak positif. Salah satu golongan masyarakat yang paling dirugikan oleh reformasi sosial di era Meiji adalah golongan samurai. Di era keshogunan, samurai merupakan salah satu kasta sosial yang paling dihormati berkat sistem feodalisme yang dibuat sedemikian rupa.
Namun pasca Restorasi Meiji, sistem feodalisme dihapuskan sehingga samurai pun kehilangan hak-hak istimewanya selama ini, salah satunya hak membawa pedang secara bebas. Sebagian samurai menolak & melakukan pemberontakan sporadis pada dekade 1870-an, sementara sebagian lainnya memilih untuk beradaptasi & menanggalkan identitas samurainya untuk menekuni profesi lain sehingga keberadaan samurai dalam kehidupan masyarakat Jepang pun secara berangsur-angsur menghilang. 






DAFTAR PUSTAKA
Ø  Asril, M.Pd. 2016. SEJARAH ASIA TIMUR JEPANG & KOREA. RIAU. BAHAN AJAR, PENDIDIKAN SEJARAH, FKIP-UNIVERSITAS RIAU
Ø  JURNAL PDF YUNIKA NURDINA SARI
Diunduh pada pukul 16.42 WIB, 27-12-2017

Post a Comment

 
Top