Levyance Ramandha/PIS

Bangsa Druze menganggap diri mereka sebagai "Mowahhidoon" (jamak) atau "Mowahhid" (tunggal) yang berarti monotheis atau percaya pada satu Tuhan. Pada umumnya mereka disebut "orang Druze", diambil dari nama el-Drzi, salah seorang pemimpin agama terkemuka suku Druze di masa lalu. Beberapa sumber menyatakan bahwa orang Druze bukan keturunan suku apa pun sebelum menganut kepercayaan al-Hakim, seorang khalifah muslim. Beberapa teori yang belum terbukti kebenarannya menyebutkan bahwa orang Druze merupakan keturunan orang Persia, sementara teori lain menganggap mereka sebagai keturunan orang Kristen, sejak zaman Perang Salib. Tapi teori yang terakhir ini sepertinya tidak benar karena Perang Salib pertama terjadi pada sekitar delapan puluh tahun setelah lenyapnya al-Hakim. Orang Druze setia kepada negara yang menguasai tanah mereka dan tidak mencoba mendirikan negara mereka sendiri. Mereka bisa ditemukan di Israel, Libanon, dan Siria. Bisa dikatakan mereka adalah para pejuang terbaik karena mereka tidak takut mati.

Duze atau Druse/Drus, Derzi / Durzi dalam bahasa Arab ,Druzim dalam bahasa Ibrani adalah suatu komunitas masyarakat yang mempunyai kepercayaan berbeda yang berakar dari Timur Tengah.Sebagian besar komunitas ini terdapat di Lebanon, tetapi ada pula yang tinggal di Israel, Syria, dan Jordan. Sedangkan yang tinggal di luar Timur Tengah berdomisili di Amerika Serikat, Kanada, Amerika Latin, Afrika Barat, Australia, Austria, dan Eropa. Kebanyakan pengikutnya berasal dari etnis Arab, akan tetapi ada juga pengikutnya yang bukan berasal dari etnis Arab seperti pengiktunya yang berasal dari Israel. Dalam kehidupan sosialnya, mereka tidak menunjukan perbedaan lahirliah dengan masyarakat yang lain, tetapi dalam kehidupan rohaniah mereka menutup diri mereka dengan komunitas lain.

A.Kehidupan Bangsa Drus
Bangsa Druze tinggal di desa dan gunung dengan hanya memiliki beberapa bidang tanah dan barang-barang milik mereka pribadi, mereka tidak memiliki cita-cita mendirikan negara sendiri. Mereka memiliki gaya hidup menyendiri. Pindah agama, baik ke agama mereka ataupun dari agama mereka, merupakan sesuatu yang terlarang. Segera setelah beragama, mereka berhenti membuat perubahan baru. Sebaliknya, mereka memilih untuk melestarikan suku mereka dengan beranak cucu. Sampai sekarang, kebanyakan gadis di suku Druze menikah saat berumur 12 dan 15 tahun, sedangkan para pria menikah pada umur 16 atau 17 tahun. Saat orang Druze tinggal bersama orang-orang yang berbeda agama, mereka mencoba melebur dengan orang-orang itu untuk melindungi agama mereka dan agar mereka aman. Mereka bisa berdoa sebagai orang Islam atau pun sebagai orang Kristen, tergantung di mana mereka tinggal. Tetapi situasi tersebut sekarang mulai berubah karena tidak terjaminnya keamanan. Orang Druze sekarang lebih terbuka dalam hal-hal yang menyangkut kepercayaan mereka. Mereka sudah sejak lama diberitakan melakukan praktik poligami, tetapi sampai sekarang berita ini tidak terbukti. Mereka pantang minum anggur dan merokok karena adanya larangan yang jelas untuk tidak melakukan sesuatu yang bisa mencemarkan agama mereka. Orang Druze mempunyai kepekaan sosial yang tinggi, mereka merasa terikat satu sama lain walaupun mereka tersebar di beberapa negara.
B.Kepercayaan Bangsa Drus
Agama yang dianut orang Druze dimulai pada abad 9 M, yaitu dari sebuah sekte Islam. Agama itu dipopulerkan oleh seorang da`i bernama Darazi dan Hamza bin Ali bin Ahmad, seorang penganut ilmu kebatinan dari Persia. Mereka mengatakan bahwa Tuhan telah menjelma menjadi manusia bernama al-Hakim Bi-amr Allah (985 atau 996 - 1021 M), seorang khalifah muslim dari Kairo, Mesir. Sekarang mereka percaya bahwa apa yang diajarkan Darazi mulai menyimpang; tulisannya sekarang dianggap menghina Tuhan.
Orang Druze menganggap Al-Qur`an sebagai sesuatu yang suci, namun mereka hanya menganggapnya sebagai kulit luar yang membungkus "makna ajaran yang lebih dalam yang hanya dipahami oleh orang-orang tertentu saja". Kitab agama mereka pada umumnya dikenal dengan nama "Kitab Al Hikma", Buku Kebijaksanaan. Kitab ini adalah kumpulan buku, di mana enam buku pertama adalah buku-buku yang paling sering digunakan. Pada dasarnya mereka menganut paham monoteis, percaya pada satu Tuhan. Mereka mengenal tujuh nabi besar, termasuk di dalamnya, Adam, Abraham, dan Yesus (yang hanya mereka percaya sebagai putra Yusuf). Setiap nabi besar membawahi tujuh nabi yang masing-masing memunyai dua belas murid.
Orang Druze percaya pada perpindahan jiwa/roh. Artinya, saat seseorang mati, jiwanya secara spontan tereinkarnasi (dalam waktu dan ruang) dan kemudian terlahir kembali dalam kehidupan yang lain. Konsep pemikiran mereka mengenai surga dan neraka bersifat spiritual. Mereka percaya bahwa surga adalah kebahagiaan terbesar saat jiwa mereka bertemu dan bersatu dengan Pencipta mereka. Neraka adalah rasa sakit yang disebabkan hilangnya kesempatan bertemu sang Mahabesar yang mulia untuk selama-lamanya.
Perkembangan Agama Druze ini dimulai saat berkuasanya kekhalifan Fatimiah yang pada saat itu menguasai wilayah Afrika Utara dan berpusat di Kairo, Mesir pada abad ke 10. Saat itu, kekhalifan Fatimiah menjadi pusat kebudayaan Islam yang terpenting di Timur Tengah. Pada saat itu pula terjadi akulturasi di sebagian pemeluk agama Islam yaitu dengan Yahudi, Nasrani, dan Yunani Kuno. Akulturasi inilah yang menyebabkan munculnya Agama Druze.
Perkembangan agama ini baru berjalan ketika Al-Hakim naik tahta menjadi khalifah dari kekhalifan Fatimiah pada tahun 996 M pada umur 11 tahun. Dalam catatan sejarah, Al-Hakim adlah raja yang terkenal dengan pemerintahan tirani yang kejam. Masa pemerintahannya berakhir ketika ia tiba-tiba menghilang saat ia berjalan sendiri pada bulan Februari 1021.
Pembentukan agama ini dimulai ketikan seorang Persia yaitu Darazi methabiskan Al-Hakim yang saat itu berkedudukan sebagai khalifah Ismail sebagai pembawa wahyu dengan jukukan Tuhan yang terlihat (nyata). Setelah mendengar berita pethabisan itu dari Imam Hamza, banyak reaksi negatif datang dari kalangan masyarakat yang dipimpin oleh Imam Hamza sendiri . Akibat dari penolakan itu menyebabkan Darazi dihukum dan Al-Hakim dikucilkan dari masyarakat. Saat pengucilan itulah secara tiba-tiba Al-Hakim menghilang di suatu malam pada tanggal 1021. Para pemeluk Agama Druze percaya bahwa Al-Hakim telah berpindah ke alam gaib dan akan kembali pada saat kiamat sebagai Qa`im (penerang) atau Mahdi (penunjuk jalan).
Setelah lenyapnya Al-Hakim lenyap secara misterius, para pemeluk agama Druze dipaksa untuk pindah oleh pemeluk agama Islam lainnya. Selain itu banyak pemeluk agama Druze yang dikejar-kejar dan dibunuh sehingga dengan terpaksa pemeluk agama Druze banyak yang menyembunyikan secara lahirliah agamanya.

C.Sebab-sebab Pemberontakan
Pada tahun 1925–1927 Bangsa Drus melakukan pemberontakan pemberontakan-pemberontakan terhadap Prancis.Mereka adalah Bangsa yang cinta dan menjunjung tinggi kemerdekaan bangsanya.Ketika Prancis menduduki Syria,bangsa Drus menjadi gelisah dan kemudian berontak.
1.Daerah Mereka,Dzebel ed Drus oleh pemerintah Prancis dimasukkan dalam negara bagian Damsyik. Bangsa Drus ingin Dzebel ed Drus sebagai daerah otonom yang seluas-luasnya
2.Bangsa Drus menuduh Prancis terlalu memihak orang kristen dan menganak tirikan bangsa Drus.

D.Jalannya Pemberontakan
Bangsa Drus dipimpin oleh Sultan Pasha Al-Atrash yang menguasai daerah-daerah di luar kota. Ketika Perancis di Damsyik dan menontonkan mayat-mayat pemimpin-pemimpin bangsa Drus yang ditengkap, kemudian meletuslah pertempuran antara Perancis dengan bangsa Drus di dalam kota Damsyik. Selain di Damsyik, ada pula pertempuran yang terjadi di Damaskus, Homs dan Hama. Pada pertempuran dibeberapa kota tersebut, bangsa Drus yang dipimpin oleh Sultan Pasha medapatkan beberapa kali kemenangan dalam revolusinya. Terutama pertempuran Al-Kabir pada 21 Juli 1925, pertempuran Al-Masra'a pada 2 Agustus 1925 dan pertempuran semua kota di dataran (Almsifarh dan  Suwayda). Di dalam pertempuran tersebut, Perancis kalah dan terpaksa mundur dan meninggalkan kota Damsyik. Namun, Perancis melancarkan serangan balik dengan menghujani kota Damsyik dengn bom dan peluru meriam selama dua hari. Disusul dengan serangan tank dan pesawat, akhirnya kota Damsyik dapat direbut kembali oleh Perancis. Setelah itu, Perancis melancarkan serangan besar-besaran dan dapat menguasai seluruh Syiria. Kemudian pada 1927, akhirnya pemberontakan bangsa Drus dapat diberantas dan pemimpin-pemimpin bangsa Drus pun melariak diri ke Trans Jordania.Kemudian pada 23 Mei 1929, Lebanon menjadi Republik Lebanon dan pada 22 Mei 1930 Syiria menjadi Republik Syiria. Dengan ini Syiria pecah menjadi dua republik, yaitu Lebanon dengan ibukota Beirut dan Syiria dengan ibukota Damsyik. Setelah itu, pada 9 September 1936, terjadi perjanjian Syiria dengan Perancis. Kemudian pada 13 November 1936, terjadi perjanjian antara Lebanon dengan Perancis. Kedua perjanjian tersebut memuat :Persahabatan dan persekutuan antara Perancis, Syiria dan Lebanon.Status akan diakhiri dalam tiga tahun.Setelah mandat berakhir, Syiria dan Lebanon akan dimasukkan dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai anggota penuh.Mandat Perancis kemudian dihapuskan tiga tahun kemudian, tepatnya pada 12 Juli 1941 dan akhirnya Syiria pun memproklamasikan kemerdekaannya dan masuklah Syiria ke Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai anggota penuh.


E. Akibat Pemberontakan
1. Pemberontakan Drus memberi pelajaran kepada Prancis dan Inggris bahwa status mandat tidak dapat dipaksakan begitu saja kepada bangsa Arab. Nasionalisme tidak dapat ditindas dengan kekuatan militer.
2. Berhubung dengan terjadinya kekejaman-kekejaman dari dua belah pihak,maka atas desakan Inggris,gabungan bangsa-bangsa ikut campur tangan dalam soal Syria. Bukankah gabungan bangsa-bangsa yang memberikan mandat kepada Prancis,Prancus ditegur agar menggunakan tindakan yang bijaksana.
3. Politik Prancis di Syria berubah dari kekerasan militer ke kebijaksanaan sipil, komisaris-komisaris tinggi yang mula-mula orang militer semua (jenderal Gouraud,jenderal Weygand,jenderal Sarrail) diganti dengan orang-orang sipil (de Jouvenel,Ponsot, de Marterl) yang bertindak lebih lunak terhadap bangsa drus.

DAFTAR PUSTAKA
Drs.Marwoto Saiman,Sejarah Asia Barat Daya,Pekanbaru;Cendikia Insani Pekanbaru  ,2006.
http:/khoiruuddinabd.web.unej.ac.id.2015.11.26.3
http;/teguhmanurung,wordpress.com/20/08/1003/druze-faith
http;/misi.sabda.org/suku.druze.dilibanon

Post a Comment

 
Top