Novel Melia Dari Suara Dilan 1991




Pada postingan kali ini saya akan membagikan kumpulan puisi yang ada di novel Dia adalah Dilanku tahun 1990, tahun 1991 dan Milea, Suara dari Dilan. Dari dua buku sebelumnya, puisi yang ada di novel Milea, Suara dari Dilan, lebih banyak.

Ada salah satu puisi yang dibuat oleh guru sekolah Milea, yang ditunjukan untuk Milea yang segera akan pindah sekolah, lucu dan lumayan lah, karena itu adalah hak beliau untuk mengungkapkan perasaan, hak segala bangsa.

Puisi-puisi ini merupakan gambaran begitu kangennya Dilan kepada Milea (silahkan baca : Review Milea, Suara Dilan), bukan itu saja, Milea pun ternyata mempunyai kata-kata yang baik dalam membuat puisi untuk Dilan, seperti apa? silahkan dinikmati..


Dilan Bagian Pertama: Dia adalah Dilanku tahun 1990

Milea 1
(Dilan, hal 302)

Bolehkah aku punya pendapat?
Ini tentang dia yang ada di bumi
Ketika Tuhan menciptakan dirinya
Kukira Dia ada maksud mau pamer

Dilan, Bandung 1990

Milea 2
(Dilan, hal 302)

Katakan sekarang
Kalau kue kau anggap apa dirimu?
Roti cokelat? Roti Keju?
Martabak? Kroket? Bakwan?
Ayolah!
Aku ingin memesannya
Untuk malam ini
Aku mau kamu

Dilan, Bandung 1990

Jangan Jauh
(Dilan, hal 304)

Dik, jangan pergi jauh-jauh
Kan ada darahku di tubuhmu

Dilan, Bandung 1990


Dilan Bagian Kedua: Dia adalah Dilanku tahun 1991

Kalau
(Dilan, hal 30)

Kalau limun menyegarkan, kamu lebih. Kalau cokelat diisi kacang mete katanya enak, tapi kamu lebih. Atau, ada roti diisi ikan tuna berbumbu daun kemangi, kamu lebih. Kamu itu lebih sehat dari buah-buahan. Tahu gak? Lebih berwarna dari pelangi. Lebih segar dari pagi. Jadi, kamu harus mengerti, ya, aku menyukaimu sampai tujuh ratusan tahunan, ditambah 500 tahunan lagi.

"Kalau aku jadi presiden yang harus mencintai seluruh rakyatnya, aduh, maaf, aku pasti tidak bisa karena aku cuma suka Milea."
(Dilan, hal 30)

"PR-ku adalah merindukanmu. Lebih kuat dari Matematika. Lebih luas dari Fisika. Lebih kerasa dari Biologi."
(Dilan, hal 30)

"Aku ingin sekolah yang memberi tahu lebih banyak tentangmu melalui pendekatan Fisika dan Biologi."
(Dilan, hal 31)


Dilan Bagian Ketiga: Milea, Suara dari Dilan


milea
Hai
(Dilan, hal 129)

Kamu memiliki semuanya
Seorang gadis di hujan September
Tetap cantik meskipun bersin!
Tapi harus kamu yang mau ke aku
Seorang lelaki bergerak di atas tanah
Otaknya lebih besar dari simpanse
Semua milikmu untuk siapa, Nona?
Untuk dia yang bisa membuat kamu senang
Karena dia yang aku maksud adalah aku
Jadi mari kita kerja sama
Untuk sebuah rencana asmara.

Kekuatan
(Dilan, hal 132)

Kalau kamu adalah kekuatan, aku adalah Dilan
Kamu sudah masuk ke mataku, meskipun aku ngantuk
Masuk lebih jauh semakin membantuku
Itu membuat darahku jadi berani kepadamu
Aku ingin tenang membawamu kalau kau mau
Berdua bersama kerak telor gratis
Kamu boleh pilih di Dago atau di Sorga

Saya dan Dia
(Dilan, hal 144) 

Kalau saya adalah ini, yang membuat senyumu
Maka dia adalah orang lain yang membuat air matamu
Jangan marah kepadamu yang sudah membuat lingkungan jadi indah, 
tentram dan damai
Siapkan
Sekarang, kamu ingin siapa yang datang menghiburmu?
Kepala Sekolah membawa risoles dari kantin?
Menteri Pendidikan membawa kunci jawaban?
Malaikat membawa buah-buahan dari sorga?
Pengusaha muda membawa yang harum pewangi?
Ahli nujum? Tukang pijit? Tentara? Penari?
Atau saya saja yang membawa kata-kata pilihan
Saya akan senang mengatakannya dan kamu senang
Jangan nangis, nanti kamu sakit kepala,
Ada yang perlu saya bantu?

Post a Comment

 
Top