HOSEA SITEPU / PIS/15
1.Pengertian Kolonialisme
Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia diluar batas negaranya,seringkali muntuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja dan pasarwilayah tersebut.Istilah ini juga menunjukkan  kepada suatu himpunana keyakinan yang digunakan untuk melegitiminasikan atau mempromosikan system ini,terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang di kolonikan.Pendukung dari kolonialisme berpendapat bahwa hokum colonial menguntungkan negara yang di kolonialkan dengan pengembangan infrastruktur ekonomi dan politik yang dibutuhkan untuk pemodrernisasian dan demokrasi.Pengkritik pos-kolonialisasi seperti Franz Fanon berpendapat bahwa kolonialisasi merusak  politik,psikologi,dan moral negara terkolonialisasi.Penulis dan politikus India Arundhati Roy berkata bahwa perdebatan antara pro dan kontra dari kolonialisme/inperialisme adalah seperti mendebatkan pro dan kontra pemerkosaan.
2. Kolonisme Tertua Di Australia
Koloniasme tertua di Australia yakni Tazmania.Tasmania masih disebut Van Diemen's Land sessuai dengan nama yang di brikan oleh Abel Tasman, orang yang menemukan benua tersebut, sampai tahun1855.Kemudian berganti nama menjadi Tasmania.Masyarakat dari Tasmania ini merupakan campuran penduduk bebas (free settler) dengan narapidana (convicts), ketika pemungkiman di pulau norfolk di tinggalkan banyak penduduk bebas di pulau itu pindah ke Tasmania,namun dalam waktu yang bersamaan banyak juga nara pidana yang masuk.
           Letnan gubernur pertama yang berkuasa atas seluruh Tasmania adalah Kolonel Davey (1813). Pada masa gubernur davery berhasil menjadika ntasmania bersuahsembada, bahkan banyak hasil-hasil pertanian Tasmania dikirim ke Sidney. Tapi dibalik kesusksesan davery ia sering bersipat kasar dan kurang disiplin sehingga pemerintahannya terprosot, akibatnya banyak narapidana melarikan diri karena lemahnya pengawasan. Marcquarie sebagai gubernur di seluruh wilayah koloni sangat tidak menyukai sifat Devry seperti itu,sehingga ia meminta davey diganti.
          Davey kemudian digantikan oleh Kolonel William sorell, selama pemerintahannya dari tahun 1817-1824 ia berusaha memajukan Tasmania denagan membangun jalan yang menghubungkan Hobar dan Launceston. Pada masa sorell Tasmania sudah berhasil mengekpor gandum. Pda tahu 1824 sorell digantikan oleh colonel geoge Arthur. Pada tahun 1825 parlemen inggris mengeluarkan undang-undang yang memisahkan Tasmania dari New South Wales.
          Sepanjang sejarahnya Tasmania dipandang sebagai tampat penampungan narapidana paling buruk tingkah lakunya. Orang-orang yang dikirim ketasmania merupakan mereka yang emlakuakn kejahatan berat,sehingaga pada tahun 1822 william sorell membangun penjara khusus di maquerie hrbout. Sorell merupakan letnan gubernur yang terakhir di Tasmania, karena Tasmania yang semula menjadi satu dengan New south wales segera melepaskan diri pada 22 Desember 1825. Sejak sat itulah Tasmania menjadi dareah otonomi. Pada tahu 1855 tasmania mulai melaksanakan pemerintahan sendiri dan secara resmi mengubah namanya menjadi Tasmania yang seblumnya bernama van Diemen's land. Pada tahun1860 tasmania sempat mengalami kemunduran ekonomi tetapi decade berikutnya di Tasmania di temukan tambang tembaga ,perak, dan barang mineral lainnya.
3. Koloni yang terselenggara sendiri   : Victroria
           Pada tahun 1802 kapal Lady Nelson dibawah pimpinan letnan Murray memasuki teluk Port Philip dan sejak kedatangan letnan Murray inilah wilayah ini disebut distrik Port Philip yang sebelumnya wilayah ini termasuk wilayah New South Wales. Pada tahun 1803 letnan colonel Collins ditugaskan untuk membuka daerah pemukiman baru di Sorento di teluk Port Philip. Namun pemukiman ini hanya didiami beberapa bulan oleh colonel Collins karena tidak memenuhi syarat untuk didiami dan mereka pindah ke daerah Tazmania. Dan daerah ini tidak di perhatikan oleh pemerintahan New South Wales selama 30 tahun. Pada tahun 1836 mayor Mitchell dalam eksplorasinya memasuki teluk Portlantd dan ia terkejut karena daerah yang diperkiran belum terjamah ternyata sudah didiami oleh orang kulit putih yang telah mendiami daerah ini sejak tahun1834.
            Sebelum Henty berusaha dan menetap di teluk Portland dua orang yang berasal dari Leunceston, J.T Gellibrand dan John Batman yang telah mendengar cerita tentang Henty bersaudara mengajukan permohonan kepada gubernur Darling untuk memberi Grant sebuah bidang tanah di Westernport. Mereka bertujuan untuk membuka peternakan dan permintaan ini ditolak oleh gubernur Darling dengan alasan tidak akan mengijinkan usaha perorangan untuk membuka pemukiman di tempat usaha resmi pemerintah mengalami kegagalan. Tahun 1834 batman bergabung dengan teman-temannya membentuk sebuah kongsi lalu mengirim sebuah ekspedisi untuk menyelidiki daerah lahan yang dibeli dari kepala-kepala suku penduduk asli.
            Selain kelompok Batman masih ada kelompok lain yang berambisi untuk membuka pemukiman baru di Portland, kelompok ini dipimpin oleh John Pascoe Fawnker. Fawnker membeli sebuah kapal yang diberi nama Enterprice kemudian melakukan penyelidikan di Portland. Batman melihat kolompok ini merupakan saingan mereka dan memperingatkan mereka karena telah melanggar atas tanah yang dimiliki oleh Batman namun persaingan ini tidak menjadi hal serius, kelompok Fawnker akhirnya menetap disuatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Melboume. Kelompok Batman dan Fawnker dianggap sebagai "atau penghuni liar kerena pendudukan daerah Port Philip atas kemauan kolonis sendiri tanpa persetujuan dari gubernur New South Wales.
            Pada tahun 1835 gubernur bersama Legeslatif Council New South Wales mengeluarkan undang-undang yang menyarankan bahwa pendudukan tanah atas tanah pemerintah dengan cara bertempat tinggal dan mendirikan rumah tanpa ijin resmi dianggap melanggar peraturan tetapi peraturan ini tidak berlaku secara efektif karena para penghuni Port Phillip berada jauh dari jangkauan. Dan migrasi ke Port Phillip tidak dapat dibendung. Pemukiman di daerah Port Phillip berkembang dengan pesat, hal ini terlihat dari perkembangan industri peternakan biri-biri, akan tetapi penduduk Port Philip tidak memiliki suara di dalam pemerintahan New South Wales yang berpusat di Sydney. Penduduk Port Phillip menganggap Sydney hanya memberi kewajiban dan aturan-aturan pemilik tanah. Penduduk Port Phillip akhirnya meminta kepada pemerintah Inggris untuk memisahkan diri dari New South Wales dan untuk menjawab tuntutan ini pemerintah inggris akhirnya merubah jumlah Legeslatif Council New South Wales menjadi 36 orang dimana lima orang anggota dipilih oleh penduduk Port Phillip sendiri dan satu orang anggota dipilih oleh rakyat di Melbourne.Rakyat Port Phillip tetap tidak puas dengan perubahan ini karena jarak Sydney dengan Port Phillip jauh dari tempat tinggal mereka selain itu kendala yang lain adalah tidak tersedianya sarana komunikasi yang dapat menghubungkan Sydney dengan Port Phillip, wakil-wakil mereka yang berada di Sydney tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya dan kehendak dari penduduk Port Phillip. Akhirnya berdasarkan Australi Colonies Government Act distrik Port Phillip dipisahakn dari New South Wales dan berganti nama menjadi Victoria yang berdiri sendiri menjadi mandiri pada tanggal 1 Juli 1851. Victoria semakin berkembang setelah ditemukannya emas di Bendigo dan Ballarat dan akhirnya terjalin deman emas atau gold rush yang akhirnya menjadi dasar perkembangan industri di kemudian hari. 
Dampak dari terbentuknya KOLONI VICTORIA
Masalah utama yang dihadapi Victoria pada permulaan koloni adalah penghuni liar atau Squatters, para penghuni liar ini masuk ke teluk Portland dengan cara illegal karena tidak mendapat persetujuan dari Inggris.
4. Terbentuknya Koloni Australia Barat
          Selama abad ke-17 dan ke-18 pantai barat Australia mendapat banyak kunjungan pelaut-pelaut Belanda dalam pelayaran mereka dari dan ke Indonesia, terutama setelah pelayaran Brouwer. Pelaut Inggris yang pertama sekali mengunjungi daerah ini adalah William Dampier. Dua kali Dampier mengunjungi daerah ini, yang pertama dengan kapal Cygnet, ia mengunjungi Buccaneers Archipelago, dan yang kedua dengan kapal Roebuck ia mencapai pantai yang diberi nama Shark Bay. Sampai pada saat itu, baik Belanda maupun Inggris belum berniat menduduki daerah tersebut.
         Dalam abad ke -18, ekspedisi penyelidikan ilmiah Perancis di bawah pimpinan Baudin, melakukan penyelidikan dan pemetaan terhadap banyak pantai bagian barat Australia. Kunjungan kapal-kapal Peracis ke Australia ini menimbulkan kecurigaan Inggris, karena selain mengunjungi pantai Australia Barat, pelaut-pelaut Perancis sering juga berlayar di Selat Bass. Setelah menduduki bagian-bagian tertentu dari Australia, tentu Inggris tidak mau ada bangsa lain yang menduduki Australia. Ketakutan didahului oleh Perancis, mendorong gubernur New South Wales, Darling, mengirimkan Mayor Lockyer beserta pasukan pada tahun 1827 untuk mendirikan pos di Albany atau King George Sound.
          Pada tahun 1827 itu juga, Kapten James Stirling, dengan menggunakan kapal H.M.S.
Success menyelidiki daerah Swan River. Nama Swan River ini sebenarnya diberikan oleh seorang orang Belanda bernama Vlaming. Ketika Vlaming mengunjungi daerah itu ia melihat di sana sejenis angsa berwarna hitam yang dalam bahasa Belanda diungkapkan dengan "een soorte van swarte swanen", sehingga ia menyebut daerah itu dengan Swanerevier. Rupanya Stirling sangat tertarik pada apa yang dilihatnya, lebih-lebih karena ahli botani yang menyertainya, Fraser, memberikan gambaran yang bersemangat tentang keindahan sungai dan kebaikan tanahnya. Dalam laporan resmi maupun dalam surat-surat pribadi untuk mempengaruhi orang-orang, James Stirling mengatakan betapa tingginya nilai daerah yang ditemukannya itu. Ia mengatakan daerah itulah yang paling menarik dari seluruh daerah yang pernah dilihatnya. Menurut dia, daerah Swan River memenuhi segala persyaratan sebagai tempat pemukiman, karena itu jangan sampai dibiarkan terlalu lama tidak diduduki.
          Setelah menerima laporan dari Stirling, gubernur Darling sangat menginginkan agar di daerah Swan River segera dibuka koloni. Berdasarkan laporan Stirling, Darling berpendapat bahwa kemungkinan pengembangan pemukiman di Swan River jauh lebih baik dari pada pemukiman yang telah dimulai oleh Lockyer di Albany. Untuk mewujudkan keinginannya itu Darling menyuruh James Stirling ke Inggris, agar dapat menyampaikan secara langsung kepada pemerintah Inggris tentang kebaikan dan kemungkinan pengembangan daerah Swan River. Namun sekalipun dilengkapi dengan rekomendasi kuat dari gubernur Darling, usahaa Stirling membujuk pemerintah Inggris agar membuka koloni di Swan River, tidak berhasil, terutama karena faktor biaya.
         Gagal membujuk pemerintah, Stirling lalu mendekati orang-orang pemilik modal. Dengan penuh semangat ia menceritakan keindahan sungai yang ditemukannya serta kekayaan dan kesuburan tananhnya. Kali ini ia berhasil, dan beberapa orang kaya memutuskan untuk membuka koloni baru, koloni yang berbeda dengan yang sebelumnya. Diputuskan untuk tidak membawa narapidana, akan tetapi akan membawa pekerja keras. Koloni yang akan dibuka itu bukan "convicts settlement" tetapi koloni tempat menginvestasikan modal.
         Tokoh terkenal dari rencana baru ini adalah Thomas Peel. Ia membentuk satu sindikat atau kongsi yang akan mempersiapkan 10.000 emigran ke Swan River. Ia merencanakan akan menginvestasikan £ 300.000, dan meminta agar pemerintah memberikan tanah dengan perhitungan 1 arce untuk setiap 1 s.6 d.uang yang digunakan untuk membuka koloni itu. Kalau permintaan ini terpenuhi, berarti pemerintah harus memberi grant tanah seluas 4.000.000.arce. Akan tetapi pemerintah hanya bersedia memberikan grant tanah seluas 1.000.000.arce. Setiap penghuni atau imigran akan memperoleh satu blok tanah seluas 40 arce untuk setiap £ 3 yang digunakan untuk membuka koloni itu. Jika ia mengolah tanah itu, dan menginvestasikan uang atasnya, maka tanah itu menjadi hak miliknya. Sindikat Peel tidak menerima penawaran pemerintah tetapi Peel secara pribadi menerimanya. Lalu ia menginvestasikan uang sebesar £ 50.000.dalam rencana itu, dan membujuk yang lain juga agar mau melakukan hal yang sama. Ia menyewa kapal dan membawa 300 pekerja (Scott,1943;Portus,1957).
          Bersama rombongan pertama, berangkat juga Kapten stirling yang di angkat menjadi letnan gubernur koloni baru itu. Rombongan pertama ini tiba pada tahun1829 dan mandarat di dekat kota yang sekarang bernama Fremantle. Setelah menyelidiki tempat yang baik bagi kedudukan ibu kota, Stirling memutuskan menetap di suatu tempat yang sekarang bernama perth, sedikit di sebelah utara Fremantle. Dari sinilah berkembang daerah yang sekarang dikenal sebagai negara bagian (state) Australia Barat (Westem Australia).
 Perkembangan Koloni Australia Barat
          Setelah rombongan pertama ini, menyusul rombongan-rombongan berikutnya. Dalam enam bulan pertama saja sudah ada 1.300 penduduk di pemukiman baru itu bersama-sam dengan ternak(sapi), biri-biri, alat-alat serta benih-benih tanaman. Lebih dari setengah juta arce tanah telah dibagi-bagikan, akan tetapi hanya sedkit dari tanah itu yang di jadikan tanah pertanian. Tidak seluruh tanah yang sudah di bagikan itu di tempati. Di sini mereka menghadapi masalah. Sumber pertama masalah adalah keterbatasan tanah yang baik. Ternyata tidak tersedia cukup banyak tanah yang baik sesuai dengan yang di harapkan. Sumber kedua adalah kebijaksanaan yang keliru dalam hal pembagian tanah. Orang yang membagikan uang paling banyakdiberi kesempatan pertama untuk memilih lokasi tanah yang menjadi miliknya. Tentu saja mereka ini memilih lokasi yang paling dekat ke Perth, dan pilihan mereka jatuh pada tanah-tanah yang terbaik. Dengan demikian, mereka yang hanya memiliki modal kecil akan mendapat tanah yang jauh dari Perth, jauh dari pusat, dengan kondisi alat-alat komunikasi yang sangat miskin. Mereka hidup terpencar-pencar dengan jarak yang cukup berbahaya jika mendapat serangan dari pihak lain, misalnya penduduk asli. Sementara itu para imigran itu juga keliru menafsirkan pengertian dana atau uang yang diinvestasikan untuk membuka koloni itu. Beberapa di antara mereka mengira bahwa semua harga yang di bawa ke koloni itu akan dihitung sebagai dana yang diinvestasikan membuka koloni itu, sehingga mereka membawa kursi-kursi, piano, dan alat-alat rumah tangga lainnya, sedangkan di sana mereka belum mempunyai rumah, dan juga tidak memiliki alat untuk mengangkut barang-barang itu dari pantai. Akhirnya banyak barang-barang itu yang di tinggalkan saja di pantai sampai rusak. Dapat di bayangkan bahwa pada permulaan berdirinya koloni Australia Barat ini, banyak imigran yang kecewa.
          Masalah lain yang tidak kurang parahnya, adalah masalah akibat kekurangan tenaga pekerja. Bersama dia, Peel membawa 300 orang pekerja. Namun harus diingat bahwa mereka ini adalah pekerja bebas. Mereka menuntu upah yang tinggi. Dan apabila mereka sudah cukup lama bekerja serta rajin menabung, dan hasil tabungannya itu mereka sudah mampu membeli tanah sendiri, lalu meninggalkan majikannya. Peel mendapat 250.000 arce tanah sesuai dengan jumlah uang yang diinvestasikannya, namun ia tidak mampu mengolah semuannya itu kerena tidak mempunyai tenaga kerja yang cukup. Kurang pengalaman sebagai pionir, menyebabkan Peel menjadi majikan tanpa pembantu. Ternak-ternaknny pun menghilang tanpa bisa dijaga.
5. Pembentukan Koloni Australia Selatan
.          Diawali oleh buah pemikiran Edward Gibbon Wakefikeld dalam bukunya yang berjudul a letter from sydney yang diterbitkan pada tahun 1829. Dalam bukunya terdapat pokok pikiran yang akhirnya mempengaruhi koloni-koloni di Australia. Di dalam tulisannya dikeluhkan bahwa di New SouthWales seorang majikan tidak dapat hidup layaknya seorang majikan di Inggris, hal ini dikarenakan narapidana saja yang diperkajan sebagai seorang pembantu dan Wakefield menawarkan jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Secara garis besar teori Wakefield dapat dikemukaan menjadi dua butir yakni :
a.       Tanah di koloni baru hendaknya dijual dengan harga yang cukup mahal sehingga seorang imigran pekerja tidak mudah mudah membeli sebuah bidang tanah. Uang hasil pembelian tanah tersebut digunakan untuk biaya migrasi penduduk ke koloni tersebut dalam rangka untuk menjaga ketersedian tenaga kerja di koloni tersebut.
b.      Tanah hendaknya di jual dalam partai besar dan pemabyarannya tunai lewat suatu lelang. Selain itu satu ide Wakefield yang paut dicatat adalah bahwa semua koloni harus sesegera mungkin diberikan status pemerintahan sendiri. Karena keadaan Inggris yang pada saat itu serba sulit orang-orang berpikir alangkah baiknya kalau ada kesempatan keluar dari Inggris untuk kehidupan yang lebih baik, dan pada saat yang bersamaan datanglah kabar tentang perjalanan Sturt ke daerah sungai Murray dan mengungkapakan adanya tanah yang baik di sekitar sunga Murray. Para pengikut Wakefield yang tertarik dengan berita ini menghadap pemerintah agar diperkenankan berangkat dan membuka pemukiman di daerah tersebut tetapi permintaan ini ditolak oleh pemerintah dengan alasan biaya yang dibutuhan tidak sedikit dan trauma dengan pengalaman di australia barat. 
         Oleh karena harga tanah yang tinggi akhirnya terjadi penyimpang-penyimpangan sebab tanah-tanah yang merka beli dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Dalam keadaan yang kurang menguntungkan Gawler tetap berusaha, ia mengatur para pekerja untuk melakukan pekerjaan umum, membangun jalan, jembatan, dan dermaga dan arena Gawler tidak memiliki cukup uang untuk membayar para pekerja ia mengeluarkan janji tertulis yang berfungsi untuk menggantikan uang kertas (sering disebut IOU atau bill) akan tetapi ketika bill tersebut disampaikan kepada dewan, dewan menolak membayar dan pemerintah Inggris pun mengambil langkah yang sama. Komisi majelis rendah melakukan penelitian terhadap pemerintahan semasa Gawler, komisi ini mengakui bahwa kondisi koloni pada saat Gawler tiba yang memaksa Gawler mengambil tindakan tersebut. Komisi ini mempersalahkan undang-undang yang mengatur pembentukan koloni tersebut dan juga memandang bahwa dewan komisaris tidak memiliki pandangan ke depan yang jelas tentang perlunya dualisme pengelolaan Asutralia Selatan.
          Kegagalan Gawner ini mengakhiri pengawasan dewan komisaris dan suatu undang-undang yang baru yang nerisi pembentukan suatu pemerintahan yang lebih baik undang-undang ini dikeluarkan pada tahun 1842 yang menempatkan Australia Selatan sama dengan koloni yang lain, suatu koloni yang dalam ketatanegaraan inggris biasa disebut Crorn Colony. Ketika George Grey tiba ia menerima koloni ini sudah dalam keadaan bangkrut, Grey berusaha memperbaiki keadaan koloni itu dengan tindakan yang tergolong berani misalnya mengurangi gaji pegawai dalam rangka penghematan, akan tetapi usaha yang dilakuan Grey sia-sia apabila pemerintah Inggris tidak bersedia untuk membayar semua bill pada masa pemerintahan Gawler. Atas bujukan dan janji Grey akhirnya pemerintah Inggris bersedia untuk membayar semua bill senilai 200.000 poundsterling.
          Setelah masalah bill terselesaikan timbulah kepercayaan dan melaksanakan anjuran-anjuran gubernur sehingga pertania mulai berkembang demikian pula dengan peternakan yang berada di sepanjang sungai Murray. Dalam usaha untuk memajukan daerah koloninya Grey tertolong karena penemuan tambang- tembaga di Kapunda pada tahun 1842, kemudian ditemukan lagi tambang- tembaga di Burra-Burra. Ketika pemerintah Inggris mengeluarkan Australian Colonies Geverment Act Australi Selatan juga turut mempersiapkan diri untuk menyusun pemerintahan sendiri. Usaha ini dimulai sejak tahun 1853, namun baru dapat berlaku secara efektif sejak tahun 1856.
         Dampak pembetukan koloni Autralia Selatan yakni:Terjadinya penyimpanngan antara teori Wakefield dengan keadaan koloni yang sebenarnya. Pada masa gubernur yang pertama yaitu kapten Hindmarsh terjadi dualisme kepemimpinan yang menimbulkan banyak persoalan. Adapun penyimpangan yang lain adalah praktek makelar tanah
6. Pembentukan Koloni Queensland
         Pada tahun 1823 John Oxley di tugaskan oleh gubernur New South Wales untuk melakukan penyelidikan kearah utara. Ketika melakukan penyelidikan Oxley berhasil menemukan daerah di Moreton Bay, di mulut sungai Brisbane. Selanjutnya pada tahun 1824 di daerah ini di buka pemukiman, lalu di sebut distrik Moreton Bay. Koloni dibuat dengan maksud untuk menempatkan narapidana terpisah dari penduduk bebas (free settlers) dan free settlers tidak diperkenankan memasuki daerah itu. Narapidana memang cocok di tempatkan di daerah tersebut sebab di sana narapidana sulit melarikan diri. Hal ini disebabkan karena sekitar daerah ini hanya terdapat hutan dan semak belukar yang tebal sehingga apabila melarikan diri maka mereka harus memilih hidup kelaparan dihutan.
          Narapidana-narapidana tersebut dipekerjakan untuk mempersiapkan tanah yang nantinya akan diolah oleh free settlers. Pada tahun 1827 seorang ahli botani dan penjelajah yang bernama Allan Cunningham membuka distrik di Daring Downs sebelah barat Brisbane di seberang Great Deviding Range. Daerah ini sangat cocok sekali untuk pengembangan perternakan biri-biri, sehingga peternak biri-biri berusaha mendapatkan ijin dan pinjaman tanah dari pemerintah New South Wales. Kemudian daerah ini semakain meluas ke utara dan ke barat.
         Sedangkan distrik Moreton Bay berkembang sangat lambat. Sampai tahun 1846 dalam wilayah sejauh 60 mil dari Brisbane penduduknya hanya terdapat 1.600 orang.sehingga untuk mempercepat perkembangan daerah ini Dr. lang seorang pendeta  dari Sydney berusaha membawa 600 orang imigran dari Scotlandia ke daerah itu. Pada tahun 1851 jumlah penduduk di sana mencapai 9.000 orang. Dalam perkembangannya para peternak, petani dan penduduk kota di distrik utara mulai memikirkan pemerintahan sendiri lepas dari New South Wales. Mereka ingin membentuk daerah yang ditata sendiri sesuai dengan aspirasi dan kepentingan mereka sendiri.
Pemisahan distrik ini juga menyangkut garis batas. Karena semua pemerintah di Sydney menghendaki agar garis pemisah mengikuti garis lintang selatan 26º, kota-kotanya sekarang bernama Brisbane, Gympie, Roma, dan Charleville, termasuk New South Wales. Sedangkan penduduk di distrik utara tidak menyetujui batas ini. Mereka menghendaki agar garis batas sejauh 30º LS. Pada akhirnya pemerintah Inggris menetapkan garis batas mengikuti garis lintang selatan 29º dan bagian timur garis batas tersebut mengikuti aliran sungai dan lekukan pegunungan hingga ke pantai.
           Berdasarkan Australian Colonies Government Act (1850) distrik Moreton Bay menyebut dirinya Queensland dan sejak tahun 1859 berhak mengatur pemerintahannya sendiri yang sesuai dengan aspirasi dan kepentingannya.
 Daftar Pustaka   :
Asril,2015.Sejarah Australia dan Oceanea.Pekanbaru.
Kitley, P. e. al.(1989). Australia di mata Indonesia. Jakarta : Gramedia
Julius Siboro. 1989. Sejarah Australia. Bandung:Tarsito
http://www.dfat.gov.au/aii/publications/bab09/index.html  
 http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Australia                        

Post a Comment

 
Top