Febby Indri R/ S AUS


Terletak di bagian tenggara benua Australia, Victoria berbatasan dengan South Australia di sebelah barat dan New South Wales di utara dengan Murray River (Sungai Murray) sebagai batasnya. Di bagian selatan terdapat sebuah teluk besar yang digunakan untuk pelabuhan yaitu Port Phillip yang terletak di Melbourne serta pinggirannya seperti Geelong dan Frankston. Sungai-sungai yang ada di Victoria antara lain Murray River, Yarra River, Maribyrnong River, dan Mitta River.
Pada tahun 1802 kapal Lady Nelson dibawah pimpinan letnan Murray memasuki teluk Port Philip dan sejak kedatangan letnan Murray inilah wilayah ini disebut distrik Port Philip yang sebelumnya wilayah ini termasuk wilayah New South Wales, Victoria semula disebut Distrik Port Philip. Kolonis yang mula-mula dikirim ke daerah ini adalah rombongan David Collins yang ditugaskan membuka pemukiman di Sorento. Pada tahun 1803, Letnan Kolonel David Collins ditugaskan memimpin sekelompok narapidana dan militer untuk memebentuk pemukiman baru di Sorento, di Teluk Port Phillip. Namun beberapa bulan kemudian Collins meninggalkan pemukiman baru itu dengan alasan daerah ini tidak memenuhi syarat sebagai tempat pemukiman.
Ketika Mayor Mitchell, dalam perjalanan eksplorasinya memasuki Teluk Portland dalam tuhun 1836, ia terkejut mengetahui bahwa disana sudah ada orang kulit putih yang tinggal menetap. Mereka adalah Henty bersaudara, yang telah menetap di sana sejak tahun 1834. mereka adalah anak-anak Thomas Henty, seorang petani yang berasal dari Sussex, Inggris. Tertarik oleh propaganda pembentukan koloni Australia Barat, Thomas Henty berserta seluruh anggota keluarganya berimigrasi ke Swan River. Setelah gagal mendapatkan tanah yang cocok untuk diolah dan didiami di Australia Barat, Thomas Henty pindah ke Tasmania.[1]
Mendengar laporan Edward itu, Thomas Henty pergi melihat keadaan Teluk Portland, ia menyetujui serta mendukung pilihan Edward tersebut. Thomas Henty berangkat pada bulan November 1834, bersetra keluarganya, ternak, alat-alat, tanaman-tanaman serta para pekerja terikat ke Teluk Portland untuk memulai pemukiman baru. Thomas Henty dan keluarganya inilah yang merupakan penetap kulit putih pertama di daerah yang sekarang bernama Victoria .
Masalah utama yang dihadapi Victoria pada permulaan koloni adalah penghuni liar atau Squatters, para penghuni liar ini masuk ke teluk Portland dengan cara illegal karena tidak mendapat persetujuan dari pemerintah Inggris.
Pada tahun 1802 kapal Lady Nelson dibawah pimpinan letnan Murray memasuki teluk Port Philip dan sejak kedatangan letnan Murray inilah wilayah ini disebut distrik Port Philip yang sebelumnya wilayah ini termasuk wilayah New South Wales. Pada tahun 1803 letnan colonel Collins ditugaskan untuk membuka daerah pemukiman baru di Sorento di teluk Port Philip. [2]
Namun pemukiman ini hanya didiami beberapa bulan oleh colonel Collins karena tidak memenuhi syarat untuk didiami dan mereka pindah ke daerah Tazmania. Dan daerah ini tidak digubris oleh pemerintahan New South Wales selama 30 tahun.
Pada tahun 1836 mayor Mitchell dalam eksplorasinya memasuki teluk Portlantd dan ia terkejut karena daerah yang diperkiran belum terjamah ternyata sudah didiami oleh orang kulit putih yang telah mendiami daerah ini sejak tahun 1834. Mereka adalah Henty bersaudara , anak-anak Thomas Henty seorang petani yang berasal dari Sussex, Inggris, ia tertarik pindah ke Autralia karena tertarik oleh propaganda pembentukan koloni di Australia barat. Tujuan utamanya adalah untuk membangun masa depan ketujuh anaknya di atas tanah miliknya sendiri.
Sebelum Henty berusaha dan menetap di teluk Portland dua orang yang berasal dari Leunceston, J.T Gellibrand dan John Batman yang telah mendengar cerita tentang Henty bersaudara mengajukan permohonan kepada gubernur Darling untuk memberi Grant sebuah bidang tanah di Westernport. Mereka bertujuan untuk membuka peternakan dan permintaan ini ditolak oleh gubernur Darling dengan alasan tidak akan mengijinkan usaha perorangan untuk membuka pemukiman di tempat usaha resmi pemerintah mengalami kegagalan.
Tahun 1834 batman bergabung dengan teman-temannya membentuk sebuah kongsi lalu mengirim sebuah ekspedisi untuk menyelidiki daerah Port Phillip. Dalam ekspedisi ini mereka berhasil memperoleh 600.000 acre lahan yang dibeli dari kepala-kepala suku penduduk asli
Selain kelompok Batman masih ada kelompok lain yang berambisi untuk membuka pemukiman baru di Portland, kelompok ini dipimpin oleh John Pascoe Fawnker. Fawnker membeli sebuah kapal yang diberi nama Enterprice kemudian melakukan penyelidikan di Portland. Batman melihat kolompok ini merupakan saingan mereka dan memperingatkan mereka karena telah melanggar atas tanah yang dimiliki oleh Batman namun persaingan ini tidak menjadi hal serius, kelompok Fawnker akhirnya menetap disuatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Melboume. Kelompok Batman dan Fawnker dianggap sebagai "squatters" atau penghuni liar kerena pendudukan daerah Port Philip atas kemauan kolonis sendiri tanpa persetujuan dari gubernur New South Wales.[3]
Pada tahun 1835 gubernur bersama Legeslatif Council New South Wales mengeluarkan undang-undang yang menyarankan bahwa pendudukan tanah atas tanah pemerintah dengan cara bertempat tinggal dan mendirikan rumah tanpa ijin resmi dianggap melanggar peraturan tetapi peraturan ini tidak berlaku secara efektif karena para penghuni Port Phillip berada jauh dari jangkauan. Dan migrasi ke Port Phillip tidak dapat dibendung. Para penghuni di Porth mereka merasa bahwa mereka tidak terjangkau oleh undang-undang yang baru dikeluarkan itu, walaupun sesungguhnya daerah itu termasuk dalam jurisdiksi undang-undang tersebut. Bagaikan orang yang tidak pernah merasa bersalah mereka tetap saja meneruskan kegiatan peternakan dan pertanian disana tanpa merasa diusik oleh undang-undang tersebut. Hal ini bisa terjadi karena memang saat tertentu kekuasaan pemerintah dari New South Wales belum efektif di distrik tersebut.
Pemukiman di daerah Port Phillip berkembang dengan pesat, hal ini terlihat dari perkembangan industri peternakan biri-biri, akan tetapi penduduk Port Philip tidak memiliki suara di dalam pemerintahan New South Wales yang berpusat di Sydney. Penduduk Port Phillip menganggap Sydney hanya memberi kewajiban dan aturan-aturan pemilik tanah. Antara penduduk asli dan penduduk baru sudah terjadi permusuhan. Apabila penduduk asli suatu saat menombak atau mengambil ternak imigran, maka pihak imigran menganggap perlu "meberi pelajaran" kepada penduduk asli dengan menghukum mereka. Dalam keadaan ini bukan penduduk asli yang menjadi korban yang bersalah. Dengan demikian terjadilah kekejaman-kekejaman yang tidak diinginkan yang memaksa pemerintah sydney bertindak. Pemerintah merasa perlu menempatkan hakim secara tetap agar dapat melaksanakan kekuasaan pemerintah secara efektif disana.[4]
Pada bulan Agustus  1836, Bourke mengirimkan kapten William Lounsdale ke Porth Phillip. Lorisdale tidak hanya melaksanakan fungsi kehakiman yang biasa, akan tatapi juga melakukan pengawasan umum di daerah tersebut Lonsdale melihat bahwa perlu segera diterapkan kekuasaan pemerintahan didaerah tersebut. Untuk sementara, ia meras mewakili pemerintah untuk daerah tersebut. Ia harus melindungi penduduk asli., memperlakukan mereka dengan cara yang baik dan berusah meningkatkan kondisi kehidupan mereka. Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kekuasaan pelaksanaa pemerintahan secara efektif, Loundale harus menetapkan dimana kedudukan pusat pemerintahan untuk daerah itu. Kelompok Batman dan Fawkner sama-sama membangun pemukiman mereka pada tanah landai di dekat Sungai Yarra. Setelah meneliti berbagai tempat, akhirnya Lounsdale sampai pada keputusan sesuai dengan yang disarankan oleh Batman, yaitu di lokasi di mana sekarang terletak di kota Melbourne. Sesuai dengan pilihanya itu, Robert Russel,seorang surveryor, mulai merencanakan pembangunan kota.
Penduduk Port Phillip akhirnya meminta kepada pemerintah Inggris untuk memisahkan diri dari New South Wales dan untuk menjawab tuntutan ini pemerintah inggris akhirnya merubah jumlah Legeslatif Council New South Wales menjadi 36 orang dimana lima orang anggota dipilih oleh penduduk Port Phillip sendiri dan satu orang anggota dipilih oleh rakyat di Melbourne .
Rakyat Port Phillip tetap tidak puas dengan perubahan ini karena jarak Sydney dengan Port Phillip jauh dari tempat tinggal mereka selain itu kendala yang lain adalah tidak tersedianya sarana komunikasi yang dapat menghubungkan Sydney dengan Port Phillip, wakil-wakil mereka yang berada di Sydney tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya dan kehendak dari penduduk Port Phillip.
Penduduk Porth Phillip meminta kepada pemerintah inggris agar Distrik Porth Phillip dipisahkan dari New South Wales. Pemerintah Inggris menjawab tuntutan ini dengan mengubah jumlah  Legislatif Council sebagaimana di tetapkan dalam undang-undang tahun 1842. Dalam undang-undang itu ditetapkan bahwa jumlah Legislativ Council di New South Wales diubah menjadi 36 orang, 24 orang, dipilih oleh rakyat dan 12 orang diangkat gubernur. Dari 24 orang itu, 5 orang dipilih oleh rakyat di Distrik Porth Phillip dan 1 orang dipilih orang rakyat di Melbourne saja. Dan rasa ketidak puasan mulai berkembang.
Dan pada akhirnya berdasarkan Australi Colonies Government Act distrik Port Phillip dipisahakn dari New South Wales dan berganti nama menjadi Victoria yang berdiri sendiri menjadi mandiri pada tanggal 1 Juli 1851. [5]
Victoria semakin berkembang Kemajuan besar nampak pada industri peternakan biri-biri dan golongan penduduk utama adalah squatters. Biasanya para peternak tidak membeli tanah dari pemerintah, mereka menyewanya. Tanah-tanah yang di beli sebagian besar terletak di Melbourne, dan pemerintah telah mendapatkan sejumlah uang besar hasil penjualan tanah tersebut mengalir ke sydney penduduk Distrik Porth Phillip menghendaki agar uang itu digunakan untuk kepentingan daerah Porth Phillip itu sendiri. Dan juga setelah ditemukannya emas di Bendigo dan Ballarat dan akhirnya terjalin deman emas atau gold rush yang akhirnya menjadi dasar perkembangan industri di Victoria, Hasil ekspor emas menghasilkan cukup dana untuk pengembangan industri di Victoria. Pemerintah Inggris berusaha membantu perkembangan industri di Victoria dengan melaksanakan politik proteksi.
Daftar Pustaka :
[1] Siboro, J. 1996. Sejarah Australia. 215 halaman. Bandung: Tarsito.
[2] Siboro, J. 1989. Sejarah Australia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
[3] http://.wikipedia.org/wiki/Victoria_(Australia)
[4] thabibmaulanalestar.blogspot.com/2012/04/bab-ii-pembahasan-pembentukan-koloni
[5] vivahistoria121.blogspot.com/2014/09/makalah-sejarah-australia-dan-oceania.

Post a Comment

 
Top