RINALDI AFRIADI SIREGAR/ S Aust

A.    Latar Belakang
Sama halnya dengan Tasmania, Queensland semula merupakan bagian dari New South Wales. Pemukiman di Queensland dimulai sejak 1824, dan setelah berlangsung dan berkembang selama 35 tahun, Queensland menjadi koloni yang berdiri sendiri (1859).
Pada tahun 1823 John Oxley di tugaskan oleh gubernur New South Wales untuk melakukan penyelidikan kearah utara. Ketika melakukan penyelidikan Oxley berhasil menemukan daerah di Moreton
Bay, di mulut sungai Brisbane. Selanjutnya pada tahun 1824 di daerah ini di buka pemukiman, lalu di sebut distrik Moreton Bay. Koloni dibuat dengan maksud untuk menempatkan narapidana terpisah dari penduduk bebas (free settlers) dan free settlers tidak diperkenankan memasuki daerah itu. Narapidana memang cocok di tempatkan di daerah tersebut sebab di sana narapidana sulit melarikan diri. Hal ini disebabkan karena sekitar daerah ini hanya terdapat hutan dan semak belukar yang tebal sehingga apabila melarikan diri maka mereka harus memilih hidup kelaparan dihutan[1].
Narapidana-narapidana tersebut dipekerjakan untuk mempersiapkan tanah yang nantinya akan diolah oleh free settlers. Pada tahun 1827 seorang ahli botani dan penjelajah yang bernama Allan Cunningham membuka distrik di Daring Downs sebelah barat Brisbane di seberang Great Deviding Range. Daerah ini sangat cocok sekali untuk pengembangan perternakan biri-biri, sehingga peternak biri-biri berusaha mendapatkan ijin dan pinjaman tanah dari pemerintah New South Wales. Kemudian daerah ini semakain meluas ke utara dan ke barat.
Sedangkan distrik Moreton Bay berkembang sangat lambat. Sampai tahun 1846 dalam wilayah sejauh 60 mill dari Brisbane penduduknya hanya terdapat ± 1.600 orang. Sehingga untuk mempercepat perkembangan daerah ini Dr. Lang seorang pendeta dari Sydney berusaha membawa 600 orang imigran dari Scotlandia ke daerah itu. Pada tahun 1851 jumlah penduduk di sana mencapai 9.000 orang. Dalam perkembangannya para peternak, petani dan penduduk kota di distrik utara mulai memikirkan pemerintahan sendiri lepas dari New South Wales. Mereka ingin membentuk daerah yang ditata sendiri sesuai dengan aspirasi dan kepentingan mereka sendiri.
Pemisahan distrik ini juga menyangkut garis batas. Karena semua pemerintah di Sydney menghendaki agar garis pemisah mengikuti garis lintang selatan 26º, kota-kotanya sekarang bernama Brisbane, Gympie, Roma, dan Charleville, termasuk New South Wales. Sedangkan penduduk di distrik utara tidak menyetujui batas ini. Mereka menghendaki agar garis batas sejauh 30º LS. Pada akhirnya pemerintah Inggris menetapkan garis batas mengikuti garis lintang selatan 29º dan bagian timur garis batas tersebut mengikuti aliran sungai dan lekukan pegunungan hingga ke pantai.
Berdasarkan Australian Colonies Government Act (1850) distrik Moreton Bay menyebut dirinya Queensland dan sejak tahun 1859 berhak mengatur pemerintahannya sendiri yang sesuai dengan aspirasi dan kepentingannya.

B.     Koloni Queensland di bawah Pemerintahan Sir George Bowen
Gubernur pertama Queensland adalah Sir George Bowen yang tiba di Barisbane pada tahun 1859. Ketika ia datang, ia hanya menemukan 7,5 d (tujuh setengah pence) dalam kas, kemudian ia berusaha meminjam uang dari bank sampai pajak dan uang hasil penjualan dan penyewaan tanah masuk ke kas pemerintah[2].
Di Queensland hubungan dengan penduduk asli dengan masyarakat kulit putih dibumbuhi kepahitan dan keganasan. Permusuhan ini di mulai oleh rasa curiga dan kekhawatiran dari kedua belah pihak. Para pendatang yang tinggalnya terpencar takut kalau di serang penduduk asli sehingga mereka mendahului membunuhnya. Sedangkan penduduk asli yang merasa terdesak dari daerah perburuannya melakukan tindakan pembalasan.
Setelah menjadi koloni sendiri Queensland mengalami banyak kemajuan hal ini didukung oleh kondisi dan kekayaan alamnya, misalnya emas, timah, tembaga dan batu-batu mulia. Sedangkan keadaan alamnya baik untuk industri peternakan dan ini menjadikan jumlah sapi, kuda dan biri-biri semakin meningkat. Iklim yang tropis menyebabkan Queensland menghasilkan tanaman seperti kapas, gula dan padi-padian dan lain-lain. Pada awalnya kapas dari Queensland sangat dibutuhkan oleh negara-negara industri seperti Inggris Tetapi hal ini tidak bertahan lama karena biaya produksi kapas cukup tinggi yang disebabkan oleh penggunaan tenaga buruh yang relatif mahal, jika dibandingkan dengan tenaga kerja perkebunan kapas di Mesir, India dan Amerika Serikat sehingga mengakibatkan produksi kapas kalah bersaing.
Selain biaya produksi yang cukup tinggi, juga karena menyangkut masalah gula, karena pengusaha perkebunan tebu sukar mendapatkan tenaga kerja murah, sehingga mereka menggunakan tenaga kerja Kanakas. Pengambilan tenaga kerja dari Kanakas mengakibatkan permasalahan di dalam pemerintahan Queensland, karena secara tidak langsung terjadi perbudakan terselubung. Hal ini dapat dilihat dari penculikan-penculikan terhadap tenaga kerja dari Kanakas, yang kemudian dijual kepada pemilik-pemilik perkebunan tebu. Secara teori mereka di pekerjakan untuk waktu tertentu dengan di beri gaji. Tetapi dalam kenyataannya mereka dipekerjakan selama masih mampu dan gajinya hanya barang-barang kecil seperti tembakau, manik-manik, pakaian kerja, dan pipa.
Pemerintah kemudian berusaha mengatasi bahkan menghentikan pengangkutan Kanakas kenegaranya. Hal ini ditentang oleh pemilik perkebunan dan mereka mengancam akan menghentikan penanaman tebu. Apabila ini terjadi maka pemerintah akan kehilangan sumber dananya. Menurut pemerintah menghentikan sumber traffic berarti kerugian materiil, tetapi kalau mengijinkan maka akan melanggar etika moral. Kemudian pemerintah mendesak agar orang yang dibekerjakan minimal < 6 pertahun, disediakan perumahan, dan di perlakukan secara layak.
Hal lain yang berkaitan dengan perkembangan Queensland adalah masalah Irian. Pada tahun 1883 kepala pemerintahan Queensland Sir Thomas Macllwraith mulai angkat bicara mengenai masalah Irian. Ia memutuskan untuk bertindak apabila Inggris tetap tidak bersedia untuk mendudukinya. Ia menyatakan bahwa Jerman sudah merencanakan menduduki Irian Timur. Walaupun Inggris tidak bertindak, Sir Thomas Macllwraith mengutus seorang hakim dan menancapkan bendera Inggris dan menyatakan Irian Timur sebagai milik Inggris (April 1883). Hal ini didukung oleh seluruh koloni di Australia. Maka sejak itu sampai tahun 1901 Irian Timur yang menjadi milik Inggris dipegang oleh Queensland dan anggaran belanjanya ditangung oleh seluruh koloni di Australia[3].

C.    Dampak Kebijakan Koloni Queensland
1)      Dampak Positif Kebijakan Koloni Queensland, yaitu:
·         Perkembangan Queensland semakin meningkat setelah dibukanya pemukiman baru oleh para peternak biri-biri di Darling Downs di sebelah Barat Brisbane. Distrik ini di buka oleh Alan Cunningham tahun 1827. Dengan dibukanya daerah ini maka peternakan biri-biri semakin besar[4].
·         Sejak pemisahan Queensland dengan New South Wales, koloni semakin mengalami kemajuan. Hal ini dikarenakan faktor kekayaan alam sangat mendukung yaitu emas, timah, tembaga, dan batu-batu mulia.
·         Inggris akhirnya mengklaim daerah Irian Timur bagian Tenggara sebagai pemilik Inggris, sehingga Irian dapat digunakan sebagai tameng serangan inflasi Jepang pada Perang Dunia II, hal ini terjadi karena desakan Queensland terhadap Inggris
2)      Dampak Negatif Kebijakan Koloni Queensland, yaitu :
·         Masalah Kanakas Traffic yaitu pengangkutan tenaga kerja murah dari penduduk asli kepulauan pasifik, yang berakibat terjadinya perbudakan terselubung.
·         Hubungan antara penduduk asli dengan masyarakat kulit putih dibumbuhi oleh kepahitan dan keganasan karena penduduk asli memiliki sifat agresif sehingga sering terjadi pembunuhan terhadap tentara, penjelajah dan juga penduduk biasa.

Notes:
[1] Julius Siboro. 1989. Sejarah Australia, Bandung: Tarsito. Hal 76

DAFTAR PUSTAKA:
[1] Julius Siboro. 1989. Sejarah Australia, Bandung: Tarsito. Hal 76

Post a Comment

 
Top